Andalas Forom V 2025: Menyatukan Langkah Menuju Industri Sawit Berkelanutan
Pekanbaru, 22–23 Mei 2025 — Andalas Forum V resmi digelar di SKA Convention & Exhibition Center, Pekanbaru, Riau. Acara ini diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Riau dan menjadi ajang strategis bagi para pelaku industri kelapa sawit nasional untuk membahas tantangan dan strategi dalam pengelolaan industri kelapa sawit yang berkelanjutan
Acara dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Heru Tri Widarto.
Dalam sambutannya, Heru menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam memperkuat posisi industri kelapa sawit nasional di tengah tantangan global dan domestik yang kian kompleks.
“Kontribusi kelapa sawit terhadap perekonomian nasional sangat besar. Namun kita juga tidak bisa menutup mata terhadap berbagai tantangan yang datang, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, seperti situasi geopolitik dan kebijakan negara-negara pengimpor,” ujar Heru.
Ia menekankan bahwa forum seperti ini penting sebagai ruang diskusi yang mampu menghasilkan solusi konkret dan menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan industri.
Senada dengan itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, menyebut tema forum kali ini sangat relevan. Menurutnya, industri sawit tengah berada di titik kritis menghadapi tekanan dari berbagai sisi.
“Hambatan-hambatan masih terus muncul, dan ini menuntut kita untuk bersatu mencari jalan keluar. Industri sawit memiliki peran strategis dalam perekonomian dan kesejahteraan petani. Bahkan ketika industri lain terdampak krisis dan terjadi PHK besar-besaran, sawit tetap mampu bertahan,” ujar Eddy.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi industri sawit nasional. Menurutnya, sektor ini sangat penting karena memberikan kontribusi besar bagi pendapatan negara, penghidupan petani, dan penyerapan tenaga kerja.
Eddy mengingatkan bahwa saat banyak industri lain mengalami penurunan, bahkan pemutusan hubungan kerja pada 2021 dan 2022, industri sawit masih bisa bertahan.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan industri kelapa sawit di Indonesia secara berkelanjutan dan berdaya saing.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Syahrial Abdi, yang hadir mewakili Gubernur Riau, menyambut baik pelaksanaan forum ini di Riau, provinsi dengan luas perkebunan sawit terbesar di Indonesia.
“Forum ini sangat strategis bagi kami. Harapannya, kegiatan ini dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat tata kelola sawit berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani sawit, terutama petani swadaya,” ujarnya.
Syahrial juga menegaskan komitmen Pemprov Riau dalam mendukung penguatan industri kelapa sawit yang ramah lingkungan dan berkeadilan.
Sementara itu, Ketua Panitia Andalas Forum V, Dede Putra Kurniawan, mengatakan bahwa forum ini dirancang bukan hanya sebagai ruang diskusi ekonomi, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap isu lingkungan.
“Industri sawit harus berubah mengikuti tuntutan zaman. Forum ini adalah wadah untuk berbagi praktik terbaik dan membangun sinergi antarpelaku usaha agar bisa sama-sama bergerak menuju industri sawit yang lebih hijau dan adaptif,” katanya.
Andalas Forum V juga menghadirkan pameran dari berbagai perusahaan besar di sektor sawit, yang memamerkan inovasi produk dan teknologi pengolahan ramah lingkungan.
